INFLASI DAN DEFLASI
Inflasi adalah suatu kondisi di mana terjadi kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Dalam KKBI, pengertian inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang. Dengan kata lain inflasi adalah menurunnya nilai mata uang karena beberapa faktor. Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa inflasi adalah keadaan perekonomian negara di mana ada kecenderungan kenaikan harga-harga dan jasa dalam waktu panjang. Penyebabnya karena tidak seimbangnya arus uang dan barang. Proses ini mengakibatkan penurunan nilai mata uang, sehingga daya beli masyarakat berkurang. (Sumber: Kementerian Keuangan Republik Indonesia (2024). Mengenal Deflasi dan Inflasi serta Pengaruhnya terhadap Perekonomian. Link ke artikel.)
Inflasi dapat diukur menggunakan indeks harga konsumen (IHK) dan biasanya dianggap sebagai indikator kesehatan ekonomi suatu negara jika berada dalam batas yang wajar. IHK adalah salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi. Berdasarkan the Classification of Individual Consumption by Purpose (COICOP) 2018, IHK dikelompokkan ke dalam 11 (sebelas) kelompok pengeluaran, yaitu (Sumber: Bank Indonesia (2024)Inflasi. Link ke artikel.) :
- Kelompok makanan, minuman, dan tembakau;Kelompok pakaian dan alas kaki;
- Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga;
- Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga;
- Kelompok kesehatan;
- Kelompok transportasi;
- Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan;Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya;
- Kelompok pendidikan;
- Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dan
- Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Kenaikan harga barang dan jasa yang berkelanjutan dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari daya beli hingga stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Meskipun inflasi sering kali dianggap sebagai masalah yang perlu diatasi, penting untuk memahami bahwa inflasi juga dapat membawa dampak positif bagi perekonomian. Berikut beberapa dampak positif dan negatif dari inflasi (Sumber: Katadata (2023). Mengenal Dampak Positif dan Negatif Inflasi Suatu Negara.Link ke artikel).
Dampak Positif Inflasi
- Tingkat inflasi ringan membawa pengaruh positif untuk mendorong perekonomian. Hal ini membantu meningkatkan pendapatan nasional, mendorong masyarakat untuk menabung, investasi, dan bekerja.
- Dampak inflasi karena penurunan nilai mata uang, tidak merugikan sebagian kelompok. Contohnya pengusaha mendapatkan keuntungan dari penghasilan.
- Dampak positif inflasi bagi produsen yaitu mendapatkan pendapatan lebih tinggi, dari kenaikan biaya produksi.
- Inflasi memberikan dampak positif untuk debitur. Penyebabnya ketika pembayaran utang, nilai uang lebih rendah dibandingkan ketika meminjam.
Dampak Negatif Inflasi
- Inflasi yang tidak terkendali membuat perekonomian sulit berkembang. Terjadi penurunan dan minat masyarakat untuk menabung dan investasi. Penyebabnya karena nilai mata uang semakin menurun.
- Bagi karyawan penghasilan tetap, penurunan nilai mata uang merugikan beberapa kelompok. Pendapatan mereka tidak mengalami kenaikan, tetapi harga barang semakin tinggi.
- Kreditur mendapatkan kerugian karena nilai uang untuk pengembalian utang lebih rendah.
- Inflasi dapat meningkatkan biaya produksi dan kenaikan harga kebutuhan.
- Inflasi tinggi berdampak pada rencana pembangunan pemerintah dan anggaran belanja negara (RAPBN).
Deflasi merupakan fenomena penurunan harga yang ada di dalam suatu wilayah. Deflasi terjadi karena kekurangan jumlah uang beredar yang menyebabkan daya beli masyarakat menjadi turun. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) deflasi merupakan penambahan nilai mata uang, antara lain dengan pengurangan jumlah uang kertas yang beredar dengan tujuan mengembalikan daya beli yang yang nilainya turun. (Sumber: Kementerian Keuangan Republik Indonesia (2024). Mengenal Deflasi dan Inflasi serta Pengaruhnya terhadap Perekonomian. Link ke artikel)
Beberapa penyebab terjadinya deflasi antara lain, penurunan jumlah uang beredar di masyarakat karena cenderung menyimpan uangnya di bank, berkurangnya permintaan barang sementara produksi akan barang terus meningkat atau tidak bisa dikurangi dan masyarakat tidak lagi mengkonsumsi barang tersebut karena bosan atau membatasi pembelian, serta perlambatan kegiatan ekonomi sehingga banyak pekerja yang terdampak karena berkurannya pengahsilan sehingga jumlah uang beredar di masyarakat pun menjadi berkurang.
Deflasi yang ditandai dengan penurunan harga barang dan jasa secara umum, merupakan fenomena ekonomi yang sering kali menimbulkan kekhawatiran. Meskipun penurunan harga dapat terlihat menguntungkan bagi konsumen, dampak yang ditimbulkan oleh deflasi jauh lebih kompleks dan sering kali merugikan perekonomian secara keseluruhan. Setelah memahami berbagai penyebab terjadinya deflasi, penting untuk mengeksplorasi dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh kondisi ini. Berikut dampak positif dan negatif dari defiasi: (sumber: Mega Syariah (2024). Link ke artikel.)
Dampak Positif Deflasi
- Harga produk atau jasa lebih terjangkau
- Mata uang negara jadi menguat
- Kesadaran menabung di tingkat masyarakat semakin meningkat
- Timbul konsep dan gaya hidup frugal living atau berhemat
Dampak Negatif Deflasi
- Pendapatan usaha dan bisnis, baik UMKM maupun perusahaan, menurun sebab harga jual produk dan jasanya menurun
- Pengusaha menerapkan kebijakan pengurangan produksi barang karena penurunan permintaan di pasar, namun dampaknya pengurangan tenaga kerja
- Terjadi gelombang PHK besar sehingga angka pengangguran meningkat
- Bagi pemilik usaha, potensi kerugian dalam bentuk cicilan kredit macet
- Potensi investor menarik modalnya saat melihat aktivitas jual beli bisnis tersebut merosot
- Pendapatan negara menurun karena pajak yang dibebankan kepada pengusaha atau masyarakat menurun
- Aktivitas perekonomian negara mengalami resesi
.jpg)



0 Komentar