Ad Code

Responsive Advertisement

BRAINSTROMING, SKETSA, DAN POSTER.

Nama: Shofiyah Jihan Aulia Anwar

Nim: 240907502006

KEPENTOL

A. IDE

    UMKM Kepentol Makassar merupakan usaha mikro kecil menengah yang bergerak di bidang kuliner, khususnya jajanan pentol dengan berbagai varian rasa dan jenis penyajian. Kepentol dikenal sebagai salah satu pelopor yang mengkombinasikan jajanan tradisional dengan inovasi modern, baik dalam kemasan maupun strategi pemasaran.

    Awalnya, Kepentol beroperasi sebagai jajanan kaki lima, namun berkembang pesat dengan memanfaatkan platform digital, terutama Instagram (@kepentol.id), untuk menarik perhatian konsumen melalui konten foto dan video menarik. Selain itu, Kepentol aktif mengikuti berbagai event kuliner di Makassar, seperti Karebosi Food and Fashion Bazaar, serta menjalin kolaborasi dengan komunitas kampus seperti mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM). Dari situ, muncul ide untuk membuat promosi khusus seperti “Promo Semester Baru” yang menyasar segmen mahasiswa sebagai pelanggan utama.

B. AKAL

    Saya memilih Kepentol karena pentol merupakan jajanan populer dan terjangkau yang digemari berbagai kalangan, terutama anak muda. Dengan inovasi varian rasa seperti pentol kuah, pentol goreng, serta saus beragam, produk ini mampu menjawab selera pasar yang beragam.

    Keunggulan usaha ini terletak pada inovasi produk yang unik, kemasan modern yang ramah lingkungan, serta strategi pemasaran digital yang aktif di media sosial. Selain itu, partisipasi dalam event kuliner dan kolaborasi dengan komunitas lokal menjadi nilai tambah untuk memperluas jaringan konsumen dan meningkatkan brand awareness.

    Dengan strategi tersebut, Kepentol Makassar berhasil membangun loyalitas pelanggan dan bertransformasi dari usaha sederhana menjadi brand kuliner lokal yang dikenal luas, berdaya saing, dan terus berkembang.

C. TANGAN



Sketsa 1

    Sketsa ini dimulai dengan fokus menonjolkan headline agar menjadi daya tarik urama di bagian atas poster, dilengkapi dengan CTA tepat dibawahnya untuk mengarahkan audiens melakukan aksi atau ajakan segera. Gambar produk diletakkan di tengah agar menjadi pusat perhatian, sementara nama brand dan tagline di bawahnya menjaga keseimbangan pesan. Elemen garis dan aksen dipakai untuk memberi kesan rapi dan mempertegas hierarki visual. Ide ini lahir dari kebutuhan menarik perhatian cepat sekaligus memberikan informasi lengkap secara berurutan.

Sketsa 2

    Pada sketsa ini, ide ini mengedepankan penempatan nama brand di atas sebagai identitas yang langsung dikenali audiens. Gambar produk diletakkan menonjol di tengah dengan harga yang dekat agar konsumen cepat mengetahui nilai produk. Headline dan CTA di samping produk disusun agar keseimbangan visual tetap terjaga. Deskripsikan dan tagline di bawah menjadi pendukung informasu yang memperjelas keunggulan produk. Konsep ini menggabungkan kesan informatif dan modern yang mudah dibaca.

Sketsa 3

    Sektsa ketiga menghasilkan ide penempatan headline miring untuk menciptakan dynamisme dan daya tarik visual unik. Nama brand tetap di atas gambar untuk menjaga keterbacaan. Gambar produk besar menjadi fokus utama, harga diletakkkan di samping agar mudah terlihat tenpa mengganggu visual utama. CTA di bawah gambar memastikan ajakan bertindah tidak terlewat. Tagline dan elemen gird di bawgian bawah menambah sentuhan kreatif serta keseimbangan visual agar poster lebih hidup dan berbeda.

Sketsa 4

    Ide utama sketsa ini adalah memberikan penekanan seimbang antara nama brand dan CTA. Penempatan nama brand di kiri atas agar dikenal lebih dulu, headline di tengah menarik perhatian, dan gambar produk menjadi fokus utama visual. Harga dan tagline diletakkan di sekitar produk untuk memastikan nilai produk tersampaikan jelas. Elemen garis sebagai pembatas dan hiasan memperjelas bagian-bagian poster sekaligus memberi estetika minimalis yang profesional.

Sketsa 5

    Pada sketsa ini berfokus pada struktur hierarki yang jelas: headline dan nama produk berurutan di atas sebagai pembuka, gambar produk sebagai inti, diikuti harga, CTA, dan tagline di bawah sebagai penutup pesan. Penempatan ini memudahkan audiens mengikuti informasi secara bertahap, dari pengenalan sampai ajakan bertindak. Ornamen garis dan ruang kosong disisipkan untuk menghindari tampilan penuh sesak dan menambah kenyamanan visual.

Sketsa 6

    Sketsa keenam menonjolkan penempatan harga dan CTA agar mudah diakses tepat di sekitar gambar produk besar yang menjadi pusat perhatian. Nama brand di atas memberikan identitas yang kuat, headline di bawah gambar membantu memperkuat pesan utama. Tagline ditempatkan paling bawah sebagai penyegar dan memperkuat kesan merek. Elemen visual dan garis melengkapi keseimbangan dan menyempurnakan tata letak agar terlihat profesional dan terstruktur dengan baik.

D. ALAT GAMBAR

    Setelah membuat rancangan awal, saya mulai mengerjakan poster dalam bentuk desain digital. Tahapannya dimulai dari sketsa sederhana lalu dikembangkan menjadi visual yang lebih jelas dengan menambahkan warna dan elemen sesuai konsep.

    Untuk mendesain, saya menggunakan aplikasi Canva karena mudah dipakai dan banyak pilihan desain yang bisa disesuaikan. Ukuran poster yang saya gunakan adalah 1080 x 1920 piksel, sehingga hasilnya cocok untuk tampilan di media sosial maupun layar smartphone.


    Setelah menentukan konsep desain, saya mencari referensi warna untuk poster melalui internet dan menyesuaikannya dengan tema produk. Dari beberapa pilihan, saya akhirnya menggunakan perpaduan warna biru tua, merah bata, cokelat, dan putih krem.


    Alasan saya memilih warna tersebut karena kombinasi ini memberi kesan tegas sekaligus hangat, cocok untuk menggambarkan produk pentol yang gurih dan menggugah selera. Latar putih krem dipakai agar elemen utama lebih menonjol, sedangkan merah dipakai untuk menonjolkan identitas brand Kepentol.

E. KOMPUTER

    Pada tahap akhir, setelah layout dan warna selesai ditentukan, saya mulai menambahkan elemen-elemen pendukung ke dalam poster. Elemen yang saya gunakan berupa bentuk sederhana dan hiasan grafis agar desain tidak terlihat kosong. Selain itu, saya menyesuaikan tulisan dengan gaya huruf yang mudah dibaca namun tetap menarik. Semua elemen ini kemudian disusun rapi agar hasil poster terlihat seimbang dan sesuai dengan konsep awal.

 

HASIL AKHIR





    Setelah saya membuat beberapa sketsa poster, akhirnya saya memilih untuk mengambil sketsa pertama dalam mempromosikan UMKM yang saya pilih, yaitu Kepentol. Sketsa ini saya pilih karena memiliki penataan elemen yang jelas dan komunikatif, di mana headline yang besar dan menarik langsung menangkap perhatian audiens. CTA atau ajakan “Beli Sekarang” diletakkan tepat setelah headline, memberi dorongan agar audiens melakukan pembelian dengan segera.

    Gambar produk ditempatkan sebagai fokus utama di tengah poster sehingga memberikan gambaran visual yang kuat tentang produk yang ditawarkan dan memperkuat identitas produk. Nama brand “KEPENTOL” ditempatkan jelas di bawah gambar produk agar selalu mudah dikenali. Elemen harga “20K” dibuat menonjol di samping produk agar informasi harga langsung terlihat tanpa mengganggu tampilan visual utama.

    Bagian bawah poster diisi dengan deskripsi singkat mengenai keunggulan produk serta tagline “Eat happily grow happily” yang membangun daya tarik emosional dan kesan positif pada brand. Ornamen visual seperti pola tradisional dan aksen garis-geometri berfungsi memperkuat tampilan tanpa mengganggu fokus utama.

    Penataan ini selaras dengan konsep brainstorming di sketsa pertama, yakni pesan utama mudah ditangkap lewat headline dan visual produk, CTA dan harga langsung menarik interaksi, serta identitas brand dan keunggulan produk tetap tampil jelas dan terstruktur. Struktur ini efektif digunakan untuk promosi produk dan mendukung UMKM seperti Kepentol agar pesan promosi tersampaikan dengan jelas dan menarik perhatian pelanggan

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement